Wednesday, January 30, 2013

Embun Pagi 1 - Kebiasaan.

Setetes embun di pagi hari, selalu memberikan sensasi tersendiri untuk saya. Men-sejuk-kan hati dan menimbulkan beragam ide brilian dalam pikiran. Demikian juga, saya berharap bahwa tulisan yang saya beri nama Embun Pagi ini, bisa mencerahkan hati dan menimbulkan beragam ide dalam benak para pembaca.
Semuanya adalah sepenggal kisah dalam kehidupan saya.

-Bow-

Kebiasaan

Di sini saya ingin berbagi sebuah kisah dengan para pembaca. Kisah ini terjadi di sekitar tahun 2003. Pada tahun itu, untuk pertama kalinya saya bergabung dengan sebuah situs bernama WWW.Friendster.COM.
Motif awal saya bergabung adalah untuk berjumpa kembali dengan semua teman lama. Saya meninggalkan Indonesia pada tahun 1999, dan karena itu, saya jarang berjumpa dengan sahabat sahabat di SD maupun SMP di kota Malang. Saya menuntut ilmu di Negeri Kangguru. Dengan adanya situs friendster tersebut, dan dengan banyaknya sahabat sahabat lama yang turut bergabung, maka itu adalah cara instant agar bisa berjumpa kembali dengan mereka. Minimal, untuk mengetahui kabar para sahabat sahabat yang sekian tahun tidak berjumpa.

Seiring berjalan nya waktu, saya melihat banyak teman teman menggunakan situs ini untuk keperluan yang lain, yaitu AJANG MENCARI JODOH. Banyak dari mereka yang mencari wanita di friendster, berkenalan, saling meng-email, menukar nomer handphone, berlanjut makan malam trus selanjutnya terserah mereka. (Detail terlalu banyak akan menimbulkan efek vulgar dalam kisah ini.)

Jujur saja, saya bingung. Karena saya pada dasarnya adalah seorang pemalu dan pasif. Saya harus mulai dari mana? Dan di antara sahabat sahabat yang berburu wanita di Friendster, ada satu sahabat yang sudah seperti saudara bagi saya, yang menurut saya paling istimewa dalam hal itu.
Kepiawaian dia dalam hal berkenalan dan merayu mereka via internet, menurut saya pribadi, sangatlah luar biasa.
Di saat, saya belum bisa mendapatkan satu pun, dia sudah mengoleksi minimal sepuluh wanita, dan semuanya bertampang di atas rata rata. Membuat saya berdecak penuh kekaguman.

Dalam kekaguman itu saya bertanya kepada beliau, "Pak.. gimana sih caranya? Kok sangar banget ya kamu bisa gitu?" (Dalam bahasa jawa.)

Dia tidak menjelaskan resep rahasia dia dalam menggombal, tapi dia malah memberikan sebuah kisah kepada saya. Berikut kisah tersebut dalam versi penulisan ala saya.

-- "Ada seorang pangeran di sebuah kerajaan China kuno. Dia seorang penunggang kuda dan pemanah yang paling jempolan di seluruh negeri. Pada hari itu, sang pangeran tersebut melakukan sebuah demonstrasi, dengan menunggang kuda dan memanah 10 apel yang di taruh di atas kepala prajurit. Semuanya kena!! Semua orang memberikan tepuk tangan yang meriah dan berdecak kagum. Hanya ada satu orang yang tampak bosan dengan semua itu. Bertanyalah sang pangeran kepada pria tersebut dengan agak tersinggung. "Kenapa kamu tidak bertepuk tangan? Apakah kamu meremehkan saya?"

Jawab pria tersebut," Tanpa mengurangi rasa hormat, anda bisa melakukan semua itu bukan karena anda hebat. Akan tetapi, karena anda terbiasa berlatih dan mengulangi hal tersebut ratusan kali. Bahkan ribuan kali. Saya tidak bisa melakukan hal yang pangeran lakukan. Tetapi saya bisa melakukan suatu hal yang pasti membuat anda berdecak kagum."

Merasa tertantang, sang pangeran menyanggupi. Jika pria tersebut berhasil membuat sang pangeran terpesona, akan ada hadiah yang pantas, jika tidak maka hukuman mati telah menanti.

Dimulailah pertunjukan kemampuan dari seorang pria tersebut. Dengan menutup mata, dia melempar pisau ke 10 apel yang terletak di atas kepala prajurit. Seluruh istana bergemuruh dengan sorak sorai dan tepuk tangan. Bahkan sang pangeran pun berdecak kagum. Sesuai janji, hadiah diserahkan kepada pria tersebut. Pada saat itu, sang pangeran bijaksana itu pun menyadari bahwa apa yang pria itu katakan benar adanya. Bahwa sebuah kebiasaan akan menjadi sebuah keahlian.
Sang pangeran terbiasa memanah sambil menunggang kuda, dan pria tersebut terbiasa melempar pisau dengan akurat dengan mata tertutup." --

Demikian kisah yang diceritakan sahabat saya tersebut. Dia ingin menjelaskan kepada saya, bahwa dulu dia pun tidak bisa. Namun dia mempunyai kemauan untuk mencoba dan terus mencoba, sampai pada akhirnya dia bisa mendapatkan wanita dari internet dengan fasih.

Akhirnya saya menyadari, bahwa sebuah hal jika dilatih terus menerus dan kita membiasakan diri untuk itu, maka hal tersebut akan menjadi sebuah keahlian untuk kita. Seperti kita para manusia yang ahli dalam berjalan maupun berlari. Karena dari kita balita, orang tua kita mengajarkan kita berjalan, dan kita terus menerus berlatih untuk berjalan tanpa kita sadari.

Setelah mendengarkan cerita tersebut, saya merenungkan dan mencoba untuk melakukannya. Akhirnya saya bisa!! Meskipun apa yang saya lakukan masih tidak bisa dibandingkan dengan prestasi teman saya tersebut dalam hal menggaet wanita, tapi minimal saya sudah belajar hal baru. Dan hal tersebut, sangat berguna bagi kehidupan saya, tidak hanya dalam aspek wanita, tapi di dalam segala hal dalam aspek kehidupan saya.

Tak lupa dalam kesempatan ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih saya kepada sahabat saya tersebut, karena sudah menceritakan sebuah kisah yang hebat. Sebuah kisah yang mampu memberikan pencerahan baru untuk saya. Bro, you know who you are.. Thx for telling me!!

Dan sebagai penutup, sekali lagi saya berharap semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi para pembaca.
Mohon maaf bila ada ejaan yang salah, ataupun jika tulisan ini tidak enak dibaca. Karena memang bukan profesi saya sebagai penulis, namun saya mencoba untuk terbiasa. Terima kasih.

Reilly Prabowo.

No comments:

Post a Comment